Menguatkan Solidaritas Gerakan Perkotaan Asia: LOCOA 2025 di Jakarta

Menguatkan Solidaritas Gerakan Perkotaan Asia: LOCOA 2025 di Jakarta

Jakarta menjadi ruang pertemuan bagi gerakan komunitas perkotaan Asia. Pada 13 Agustus, para peserta Leaders and Organizers of Community Organizations in Asia (LOCOA) telah tiba di Jakarta dan akan mengikuti rangkaian kegiatan hingga 19 Agustus. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi para pemimpin komunitas dan pendamping komunitas dari berbagai negara Asia untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat solidaritas lintas wilayah.

Hari pertama kegiatan dibuka dengan tur kampung di Kampung Susun Akuarium, sebuah kawasan yang juga menjadi tempat para peserta LOCOA menginap selama berada di Jakarta. Pemilihan Kampung Akuarium bukan tanpa alasan. Kampung ini merupakan contoh nyata perjuangan warga kota dalam mempertahankan hak atas tanah dan tempat tinggal, sekaligus praktik nyata pembangunan perumahan berbasis komunitas hasil dari proses panjang pengorganisasian, advokasi, dan negosiasi dengan negara.

Tahun ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan rutin dua tahunan LOCOA, sebuah jaringan regional yang telah berdiri sejak 1993. LOCOA menghimpun community organizers dan community leaders dari komunitas miskin perkotaan di Asia, yang selama puluhan tahun berperan penting dalam memperjuangkan hak-hak dasar warga kota. Mulai dari perumahan, tanah, layanan dasar, hingga pengakuan atas keberadaan komunitas di tengah pembangunan perkotaan yang semakin eksklusif.

Pertemuan LOCOA di Jakarta dihadiri oleh perwakilan komunitas dan organisasi pendamping dari Filipina, Kamboja (EO & CO), Myanmar, India, Thailand, dan Korea Selatan. Selama satu pekan, para peserta akan terlibat dalam berbagai sesi diskusi, kunjungan lapangan, dan pertukaran pengalaman yang membahas tantangan serta strategi perjuangan komunitas perkotaan di masing-masing negara.

Melalui forum ini, para peserta tidak hanya berbagi cerita keberhasilan, tetapi juga membahas hambatan struktural yang dihadapi komunitas miskin perkotaan, seperti penggusuran paksa, komersialisasi lahan, lemahnya perlindungan hukum, serta minimnya ruang partisipasi warga dalam perencanaan kota. Pertemuan ini menjadi ruang aman untuk saling belajar, menguatkan perspektif, dan merumuskan strategi kolektif yang relevan dengan konteks lokal masing-masing wilayah.

Lebih dari sekadar pertemuan, LOCOA adalah ruang konsolidasi gerakan. Di tengah krisis perumahan dan ketimpangan perkotaan yang semakin meluas di Asia, pertemuan ini menegaskan pentingnya solidaritas lintas negara dan lintas komunitas. Pengalaman Indonesia—khususnya perjuangan komunitas seperti Kampung Akuarium—menjadi bagian dari pembelajaran bersama tentang bagaimana komunitas dapat bertahan, bernegosiasi, dan membangun alternatif pembangunan kota yang lebih adil dan manusiawi.

Dengan berlangsungnya LOCOA 2025 di Jakarta, diharapkan terbangun jejaring yang semakin kuat antar pemimpin dan pendamping komunitas di Asia, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk terus memperjuangkan hak atas kota, hak atas tanah, dan hak atas tempat tinggal yang layak bagi semua.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *