Buletin KOMPOR Edisi Desember 2025 kembali melanjutkan diskursus yang berkembang dalam Klub Baca Koperasi Perumahan 2025, sebagaimana telah diperkenalkan pada Buletin KOMPOR Edisi Juli 2025. Edisi ini secara khusus mengangkat perbandingan dan pembacaan kritis atas isu perumahan di Indonesia dan Singapura, dengan menempatkannya dalam konteks sejarah, kebijakan negara, dan relasi dengan kapital.
Empat tulisan utama dalam edisi ini merupakan resensi dan ulasan atas bahan bacaan yang telah didiskusikan bersama di Klub Baca, mencakup karya Mohammad Hatta tentang koperasi, serta tulisan-tulisan Chua Beng Huat, Freek Colombijn, dan Abidin Kusno yang membahas perumahan publik, peran negara, dan arah bentuk kota pascakolonial.
Selain itu, edisi ini juga memuat terjemahan artikel “Public Housing in Singapore: Turning Constraints to Opportunities” karya Woo Jun Jie. Terjemahan ini dihadirkan untuk memperkaya pembaca dengan pengalaman Singapura dalam mengelola dan mengendalikan kapital di sektor perumahan—sebuah praktik yang relevan untuk dibaca secara kritis dalam konteks Indonesia hari ini.