Festival Koperasi Perumahan bukan sekadar rangkaian acara. Diinisiasi oleh Urban Poor Consortium (UPC) dan didukung oleh berbagai komunitas, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta jaringan gerakan sosial, festival ini merupakan bagian dari perjuangan kolektif untukmewujudkan hak atas hunian yang layak dan terjangkau bagi semua.

Festival Koperasi Perumahan akan berlangsung mulai bulan Mei hingga Agustus 2025, dengan rangkaian kegiatan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dan berpuncak pada agenda bersama di bulan Agustus. Selama periode tersebut, festival diisi dengan diskusi publik, lokakarya, tur kampung, pameran, kegiatan komunitas, serta konsolidasi gerakan koperasi perumahan lintas wilayah.
Festival ini hadir sebagai ruang bersama untuk membangun pengetahuan, solidaritas, dan kekuatan gerakan dalam mendorong koperasi perumahan sebagai pendekatan utama pemenuhan hak atas tanah dan perumahan di Indonesia.
Tentang Festiva
l Koperasi Perumahan Indonesia
Latar Belakang
Krisis perumahan dan keterbatasan akses terhadap tanah di wilayah perkotaan semakin menjadi tantangan serius. Persoalan ini tidak lagi hanya dialami oleh kelompok berpenghasilan rendah, tetapi juga telah merangsek ke kelas menengah. Kepemilikan tanah yang semakin terkonsentrasi di tangan segelintir elite, ditambah dengan kebijakan perumahan yang lebih berpihak pada kepentingan sektor komersial, membuat masyarakat semakin sulit memperoleh hunian yang layak dan terjangkau.
Ketimpangan ini bukan semata persoalan ekonomi dan sosial, tetapi juga menyangkut hak asasi manusia, khususnya hak at
as tempat tinggal yang aman, bermartabat, dan berkelanjutan. Dampaknya turut dirasakan pada keberlanjutan lingkungan serta tatanan sosial-budaya masyarakat perkotaan, di mana komunitas semakin terpinggirkan dari ruang hidupnya sendiri.
Dalam konteks tersebut, koperasi perumahan muncul sebagai alternatif yang adil dan berkelanjutan. Melalui kepemilikan kolektif dan pengelolaan berbasis komunitas, koperasi perumahan memungkinkan masyarakat untuk memiliki kendali atas tanah dan hunian mereka. Model ini tidak hanya menawarkan skema kepemilikan yang lebih inklusif, tetapi juga membuka ruang partisipasi aktif warga dalam tata kelola hunian, sehingga perumahan tidak diperlakukan semata sebagai komoditas, melainkan sebaga
i ruang hidup yang mencerminkan kebutuhan, nilai, dan identitas komunitas.
Penetapan tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tema “Cooperatives Build a Better World” menjadi momentum penting untuk mendorong penguatan koperasi, termasuk koperasi perumahan. Koperasi dipandang sebagai instrumen demokrasi ekonomi yang mampu memperkuat solidaritas sosial, perlindungan sosial, serta akses yang lebih adil terhadap sumber daya—terutama di kota-kota besar yang menghadapi tekanan urbanisasi tinggi.
Selain aspek ekonomi dan sosial, koperasi perum
ahan juga berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Pendekatan berbasis komunitas memungkinkan pembangunan hunian yang lebih ramah lingkungan, hemat energi, serta berfungsi sebagai ruang edukasi bagi masyarakat dalam memahami dan memperjuangkan hak-hak perumahan mereka.
Berangkat dari kondisi tersebut, Festival Koperasi Perumahan dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik koperasi perumahan—baik dari Indonesia maupun internasional—serta sebagai wadah untuk mendorong advokasi kebijakan yang berpihak pada hak masyarakat atas tanah dan perumahan. Festival ini juga menjadi ruang penguatan kapasitas komunitas dalam mengelola koperasi perumahan secara demokratis, transparan, dan berkelanjutan, termasuk dalam aspek hukum, keuangan, dan perencanaan berbasis komunitas.
Untuk menjadikan koperasi perumahan sebagai pendekatan utama dalam pemenuhan hak atas tempat tinggal di Indonesia, dibutuhkan sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, festival ini mengundang keterlibatan komunitas, aktivis gerakan sosial, akademisi, universitas, seniman, media, serta pemerintah untuk berkontribusi dalam berbagai bentuk. Dengan kolaborasi yang kuat, koperasi perumahan diha
rapkan mampu menjawab krisis perumahan sekaligus memperkuat komunitas dan mewujudkan kota yang lebih inklusif dan manusiawi.
Lebih dari sekadar perayaan,Koperasi Perumahan adalah gerakan kolektif yang berlangsung sepanjang Mei–Agustus 2025 untuk membangun solidaritas, memperkuat jaringan, dan mendorong komitmen bersama dalam menciptakan sistem perumahan yang adil dan berkelanjutan di Indonesia—dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, hak asasi manusia, pendidikan, dan lingkungan.
