SEJARAH UPC

2002: Tahun yang berat dan penuh duka

Penggusuran, penggarukan, penangkapan anak-anak jalanan,pem/kebakaran kampung-kampung miskin terus berlangsung, sementara kondisi ekonomi rakyta miskin kota semakin memburuk. Organisasi rakyat miskin kota dalam jaringan upc melemah, ada trauma yang dalam, selain kesulitan ekonomi. Banjir besar menenggelamkan Jakarta

Advokasi banjir yang sangat intensif, melibatkan aliansi yang luas, hampir berhasil memaksa Gubernur mundur, sayang tidak terjadi.

Kemenangan dalam gugatan class action melawan Gubernur untuk kasus kekerasan Negara terhadap RMK.
Rasdullah, penarik becak, mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Satu langkah advokasi secara politis dan cultural untuk menyampaikan pesan kepada public tentang kriteria dan proses pencalonan Gubernur, mengoreksi praktek money politics, kekerasan, elitis dan korup dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta selama ini.

Kebakaran di kampung-kampung miskin. UPC melihat ini sebagai satu cara mudah dan murah menggusur pemukiman miskin kota di Jakarta. Langkah-langkah rescue dan advokasi dilakukan untuk ini.

Pelatihan CO (Community organizer) untuk menambah kawan secara nasional, upc membuka pelatihan CO selama 1 bulan yang diikuti oleh para aktivis NGO dari berbagai kota. Ternyata cara ini tidak terlalu efektif untuk menumbuhkan tenaga-tenaga CO yang cakap. Ini karena waktu yang dibutuhkan untuk pelatihan sesungguhnya jauh lebih banyak dari sekedar 1 bulan, selain berbagai permasalahan lain. Kegiatan ini menghasilkan pelajaran penting untuk upc, yang kemudian memutuskan mengganti strategi dengan magang minimal 3 bulan, tidak lagi pelatihan formal kelas dan lapangan yang pendek.

Berbagai media prngorganisasian basis. UPC mulai merambah pada berbagai media pengorganisasian secara lebih beragam: community center, community radio, daur ulang dan pengolahan sampah, pertanian kota, dan kesehatan alternative sebagai satu paket kegiatan dalam satu komunitas.

Asian People’s Dialog. Pertemuan RMK tingkat Asia dan Afrika, untuk memperluas jaringan dan kesempatan RMK saling berlajar dan memperkuat diri, selain memperkuat jaringan nasional.

Pelatihan CL (community leaders). Pelatihan pengorganisasian untuk CL dalam bentuk pelatihan kelas dilakukan dalam beberapa angkatan untuk memperkuat ketrampilan CL dalam menjangkau para anggota komunitas lain dan menyertakan mereka dalam kegiatan pengorganisasian. Sekitar 50 CL dari kampung dan becak mengikuti pelatihan ini dalam beberapa angkatan, dilanjutkan dengan tugas lapangan yang dimonitor secara kontinyu dan sistematik.

2002 -2011: Tahap pemberian alternative bagi rakyat

Rekonstruksi tsunami Aceh yang berhasil membangun 3.330 rumah di 23 desa dengan pendekatan “people driven”. Mendapatkan Dubai Awards best practice dan menjadi finalis di award yang diselenggarakan UN-Habitat. Bencana bisa dijadikan peluang untuk menjangkau rakyat secara luas, proses ini bisa cepat selesai dan kualitas baik karena rakyat dilibatkan betul dalam setiap prosesnya.

Konsep alternative kampung Strenkali Surabaya. Warga yang tinggal di pemukiman pinggir kali Surabaya menolak digusur dengan menawarkan konsep alternative “jogo kali:. Konsep penataan kampong yang ,mengintegrasikan pemukiman dengan sungai. Berbagai pihak dilibatkan mulai dari hidrolog, sosiolog, ahli hukum, dan lain-lain untuk menyusun konsep ini dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa warga bisa tinggal di bantaran sungai dengan penanganan yang tepat.. tahun 2007 DPRD Jawa timur akhirnya mensahkannya perda tentang strenkali yang mengamanatkan penataan pemukiman bukan penggusuran.

Kontrak politik dengan calon Walikota Makassar 2009. Strategi ini ini diambil dengan pertimbangan demokratisasi lebih bisa terjadi di tingkat kota dan kabupaten dan menciptakan kontrol yang kuat dari warga kota kepada penguasa. Kita berhasil mengumpulkan 65 ribu tanda tangan warga miskin. Yang paling banyak bekerja adalah ibu-ibu anggota KPRM (Komite Perjuangan Rakyat Miskin) makassar. Dengan dukungan dari UPC, 2010 Walikota Makasar menghadiri UNISDR, di Shanghai DRR forum. Kota Makasar ikut kampanye “My city is getting ready”, kampanye kesiagaan bencana di tingkat kota.

Mulai tahun 2009, upc memutuskan menghentikan donor asing sebagai bagian dari prinsip. Proses menjadi mandiri dan benar2 swadaya tidak mudah. Perubahan yang ideologis juga berakibat secara fisik material dalam gerakan. Pencarian dana difokuskan pada penggalian dari public dalam negeri dan penguatan basis ekonomi rakyat. UPC bekerja sama dengan Dompet Dhuafa menjaring dana public.

Tahun 2012 UPC bekerja sama dengen kementerian social RI dan pemerintah kota kendari melakukan program penanggulangan kemiskinan secara integrative, perspektif bencana dan berbasis pada partisipasi warga. Kampong nelayan Bungkutoko Kendari, Sulawesi tenggara dijadikan sebagai pilot proyek program kerja sama tesbut. Pemerintah kota Kendari menyediakan lahan 1.8 hektar, kementrian social RI mendanai program bedah kampong, kelompok usaha bersama (kube) dan sarana lingkungan (sarlin). Prpgram tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu 100 hari dan diresmikan oleh Menteri sosial Salim segaf aljufri pada 16 Mei 2012. Program integrative tersbut kemudian digunakan oleh Kementerian sosial RI sebagai kebijakan nasional.

2013 kontrak politik dengan calon Gubernur DKI Jakarta Joko widodo. JRMK (Jaringan Rakyat miskin kota (JRMK) Jakarta mengajukan 3 tuntutan kepada Jokowi: !. stop penggusuran tapi penataan pemukiman, 2. legalisasi dan perlindungan pekerja sector informal, 3. Melibatkan rakyat dalam penyusunan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja daerh) dan RTRW (Rencana tata Ruang dan Wilayah). Setelah Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta JRMK dan UPC mengajukan konsep penataan pemukiman di waduk pluit, Jakarta utara. Proses negosiasi masih sedang berjalan.

Halaman: 1 2 3 4