SEJARAH UPC

1999: Tahun penguatan organisasi rakyat dan jaringan

Pemilu pertama setelah jatuhnya Suharto, dengan system multi-partai, tidak lagi hanya tiga partai seperti pada masa regim sebelumnya, dengan kecenderungan money politics yang kental dan meluas.

Krisis ekonomi yang buruk, dan langkah bail out yang dilakukan IMF terhadap Indonesia melahirkan program Jaring Pengaman Sosial.

Advokasi dan pengorganisasian rakyat lewat kasus program JPS dan money politics. Lewat dua kasus ini upc mengukuhkan langkah advokasinya, mulai semakin dikenal secara luas dan dapat menjangkau konstituensi yang luas di kalangan rakyat miskin kota.

Pengorganisasian lewat kegiatan kesejahteraan: Langkah baru ditempuh upc dalam upaya pengorganisa-sian rakyat miskin kota. Pendekatan pengorganisasian lewat perjuangan hak (rights approach) yang sampai saat itu menjadi pendekatan yang kuat mewarnai gerak dan kegiatan upc, dirasa penting dilengkapi pendekatan penguatan kesejahteraan. Selain melalui advokasi, upc mulai melakukan kegiatan yang menyentuh aspek ekonomi dan kesejahteraan lewat Program Beras Murah, bekerjasama dengan WFP. Sebagai upaya menjangkau konstituensi di kalangan rakyat miskin kota Jabotabek, upc memutuskan ikut serta dalam program bantuan beras murah untuk rakyat miskin kota.

Dengan program yang mengelola ratusan ton beras per minggu selama 9 bulan ini, upc berhasil menjangkau lebih dari 100 komunitas di Jabotabek, menumbuhkan hampir seribu volunteers (community leaders) di tingkat kampung, melakukan kegiatan pengorganisasian, dan membangun jaringan antar rakyat miskin kota Jabotabek. UPC memutuskan berhenti dari kesertaan dalam program ini ketika kemudian menganalisis bahwa program bantuan beras semacam ini, yang tidak menggunakan atau membeli beras dari petani dalam negeri, adalah satu bentuk dumping beras dari Negara-negara surplus beras ke Indonesia, yang akan berdampak kehancuran pertanian padi Indonesia dan kehancuran nasib petani Indonesia.

Pengorganisasian lewat perempuan: Kegiatan pasar murah menjelang Lebaran menjadi sarana menjangkau para perempuan di kampung. Dari kegiatan pasar murah yang diorganisasikan para perempuan, mereka bekerjasama secara kelompok, mempunyai modal bersama untuk melakukan kegiatan sosial dan dan ekonomi dan ikut aktif di ruang public komunitas. Kegiatan para perempuan ini yang sesungguhnya menjadi pangkalan upc untuk melakukan diseminasi informasi tentang penyelewengan program JPS pemerintah, melakukan penyadaran dan selanjutnya aksi advokasi bersama. Pendekatan lewat para perempuan ini berdasar pengamatan bahwa peran serta perempuan di ruang publik komunitas cenderung dibatasi oleh para lelaki dan system sosial yang berlaku. Kegiatan yang menjangkau dan melibatkan perempuan dijadikan upaya untuk mengubah kecenderungan ini.

Jaringan “Kota untuk Semua”. UPC mulai menjangkau organisasi dan NGO yang bergerak di masalah perkotaan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam hal ini, jaringan yang dikembangkan mencakup Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Lombok dan Bali. Konsep yang diangkat adalah ‘Kota utuk Semua.” Komunikasi dilakukan melalui mailing list, dan di antara kegiatan yang dilakukan adalah berperan serta secara kritis dalam penyusunan dan pembahasan draft PP Perkotaan.

Pameran Muke 2000 (Desember) UPC mulai melakukan langkah eksploratif untuk pendekatan kultural sebagai satu bagian dari dua sayap pendekatan upc, selain pendekatan politis. Sejumlah kawan seniman berperan serta mendampingi kampung dalam kegiatan ini, melakukan eksplorasi ekspresi kreatif.

Videofilm tentang advokasi dan pengorganisasian becak, dan gambaran kampung miskin kota. Multimedia memproduksi videofilm ini, yang digunakan oleh para CO untuk melakukan diskusi penyadaran di kampung-kampung dan pangkalan becak. Langkah pemanfaatan multimedia mulai dilakukan dalam kegiatan pengorganisasian upc.

2000 : Tahun Kemenangan

Presiden Gus Dur diangkat, sebagai hasil Pemilu 1999, pemerintahan pertama dengan legitimasi dan dukungan rakyat yang kuat.

Dialog dengan Presiden dan Wakil Presiden: Sekitar 20 ribu rakyat miskin kota melakukan dialog langsung di Senayan, Jakarta. Langkah ini diambil UPC untuk secara politis mendapatkan komitmen bahwa pemerintah yang baru ini pro-poor.

Pengorganisasian becak semakin intensif, dan kelompok becak semakin menguat. Tekanan kepada eksekutif dan legislatif dilakukan intensif, juga upaya mempengaruhi opini publik.

Langkah hukum: Untuk pertama kali, jaringan becak Jakarta memulai satu langkah baru, dengan melakukan gugatan class action terhadap Gubernur Sutyoso yang melanggar hak ekonomi, social dan budaya mereka. Langkah ini memberi inspirasi kepada banyak kelompok di berbagai wilayah Indonesia dalam melakukan perjuangan hak.

Peringatan Hari Kemerdekaan Nasional: bersama Jaringan Rakyat Miskin Kota, UPC memulai tradisi baru dengan mengadakan kegiatan peringatan kemedekaan nasional secara kritis, dengan tema rakyat belum merdeka. Kenyataan yang dihadapi rakyat miskin membawa upc pada kesimpulan bahwa kemerdekaan negara tidak otomatis berarti kemerdekaan rakyatnya, dan menggunakan momentum hari/bulan kemerdekaan, rakyat melakukan refleksi sebagai langkah awal upaya perubahan.

Penambahan jumlah CO (community Organiser) upc: jumlah kampung dan ragam kegiatan yang semakin besar membuat upc memutuskan untuk menambah jumlah CO, dari 3 orang menjadi 10 orang. Perubahan jumlah yang berpengaruh pada kultur lembaga dan pola relasi internal. Para CO baru yang semua berlatarbelakang perguruan tinggi dan kelas menengah menjadi satu enclave tersendiri di upc, agak terpisah dari aktivis lainnya yang sebagian berlatar belakang kampung dan pendidikan non-perguruan tiggi.

Pengembangan jaringan kerja: upc mulai secara lebih sistematik dan intensif membangun kerjasama dengan berbagai kelompok civil society lain dalam melakukan berbagai kegiatan advokasi dan kegiatan kulturalnya.
Penghargaan Yap Thian Hien. UPC sebagai lembaga mendapatkan penghargaan untuk langkah-langkah perjuangan hak yang dilakukannya.

Laporan Publik tahun 2000. Satu langkah penting untuk akuntabilitas publik dan transparansi dilakukan upc, dengan cara membuat laporan kegiatan tahunan termasuk laporan keuangan yang kemudian dismpaikan ke public lewat konferensi pers.

Halaman: 1 2 3 4