urban poor consortium

Home

RAKYAT BAKU SAPA MENGUBAH INDONESIA

Jumat, 21 November 2008

menjadi berita hari ini lalu esok hancur, dan bangkit lagi setiap hari,
kota raksasa yang meruang di kamar tiga meter persegi, juga tak terbatas bagai sebuah galaksi
kota yang memimpikan kita semua, yang kita bangun dan robohkan dan bangun lagi sementara kita bermimpi,
aku berbicara tentang kota raksasa, yang realitas kesehariannya terdiri atas dua kata:
yang liyan
dan di setiap mereka ada sebuah aku yang dipetik dari sebuah kami, aku yang hanyut

Octavio Paz, I Speak of the City


<!--[endif]-->
Bagaimana kita menafsir Indonesia hari ini? Kehidupan bersama yang tergerus oleh keserakahan, korupsi, kekerasan dan kejumudan. Orang-orang miskin di kota yang digusur pemukiman dan pekerjaannya; dan terlantar, teronggok bagai sampah namun tetap lentur dan liat menjaga kehidupannya, walau tidak diakui sumbangan dan haknya.  Orang-orang gunung yang awas menyiasati perubahan jaman dan merawat akar kehidupannya. Puluhan ribu warga desa-desa di Porong yang digusur oleh lumpur keserakahan pemodal, diinjak-injak hak hidup dan peradabannya, kemanusiaan dan masa depannya. Indonesia yang semakin urban tetapi sumberdaya alamnya habis dikuras, hasilnya mengalir ke pusat-pusat perekonomian dunia dan saku mereka yang berkuasa. Bencana alam, nyawa yang tak lagi berharga, anak-anak yang putus sekolah, anak-anak yang mengalami malnutrisi, orang-orang yang hilang harapan, membunuh dirinya karena kemiskinan, gaya hidup bermewah orang-orang super kaya, dan penguasa politik yang pura-pura peduli tetapi ketahuan tuli dan tidak becus.

Indonesia yang centang perenang, yang bangkrut, yang pada 2009 akan menyelenggarakan, lagi-lagi, upacara demokrasi basa basi, pemilihan presiden dan anggota parlemen. Dan para bandit dan garong dan serigala buas  mulai bersibuk dan bersiap, menebar pesona, menabur benih-benih bencana.

Akankah kita diam saja? Akankah kita menggugat? Akankah kita bertindak? Akankah kita mengubah?

Acara menyambut  hari hak asasi manusia, yang merupakan acara tahunan Uplink sebagai organisasi jaringan rakyat miskin di limabelas kota, merupakan langkah simbolik menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Tindakan simbolik untuk memelihara kejernihan suara nurani, tindakan menjaga lilin harapan agar tidak padam, dan seruan bergerak untuk perubahan menuju kehidupan bersama dan berbangsa dengan keadilan sosial, kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat sebagai pilar utamanya.

Prinsip dasar acara 

  • Kepekaan pada lingkungan – daur ulang dan pengomposan semua sampah selama acara berlangsung; bahan dan peralatan makanan dan minuman organik bebas zat kimia unorganik, bersih dan sehat; padat karya, dengan partisipasi warga kampung-kampung miskin kota; bebas dominasi modal besar
  • Inklusif: Kegiatan selama 6 hari ini akan diikuti oleh rakyat miskin kota dari 15 simpul UPLINK, individu dan kelompok-kelompok mayarakat warga (civil society), terbuka bagi semua untuk hadir, ikut serta, dan berkarya.
  • Berbagi, belajar, berkreasi, berekreasi:
    • Pagi-sore  -- workshop, pameran, bazaar rakyat, pelatihan, belajar bersama
    • Malam hari – pertunjukan seni      

Tempat dan Waktu

Taman Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, 4 – 10 Desember.
Ruang publik terbuka, dan Taman Proklamasi dipilih sebagai upaya menarik warga kota keluar dari ruang-ruang publik tertutup di mall, hotel, dan sejenisnya, dan untuk meneguhkan kembali sikap adil dan merdeka sebagaimana diamanatkan para pejuang bangsa.

Acara

Pertunjukan


Kamis 4 Desember

11.00   Karnaval "Boneka Bonek 09": Bundaran HI – Istana Negara

            Komunitas Lima Gunung Tanto Mendut, Drumblek Salatiga, Group Kesenian Rakyat Miskin Kota, Rakyat Miskin Kota

Jumat 5 Desember

09.00    Tari Pembuka: Komunitas Lima Gunung Tanto Mendut Rakyat Baku Sapa Mengubah Indonesia dibuka oleh Warga Korban Gusuran dan Korban Lumpur Lapindo


Sabtu 6 Desember
19.00   
       Calung Uplink Tasikmalaya           
20.00    Musik Reggae Tony Q "Baku Rasta"    

Minggu 7 Desember       
19.00    Pentas Tari Kolaborasi Anak Pantai - Kota
20.00    Kecapi Sunda “Mul Ang Ka Indung” Tan De Seng dan  Pedepokan Seni Pasundan Asih

Senin 8 Desember           
20.00    Layar Tancep LASKAR PELANGI (dalam konfirmasi)

Selasa 9 Desember   
13.00   Konferensi Pers SURVIVORS Dadang Christanto, “1000 manusia Lumpur

            Korban Lumpur Panas Lapindo” di Galeri Cemara

<!--[if !supportLists]-->19.0             <!--[endif]-->Tari Pakarena, Uplink Makassar

            Lenong Betawi Rawa Malang Jakarta Utara                 
20.00    Wayang Lindur “Srikandi Gugat” Slamet Gundhono

   
Rabu 10 Desember   
09.00    SURVIVORS Dadang Christanto, 1000 manusia Lumpur Korban Lumpur

            Panas Lapindo

 

Workshop

Jumat 5 Desember
14.00-17.00       

  • Kulit Kerang Hijau untuk Produk Kerajinan, Jurusan Desain Produk ITATS Surabaya
  • Pembuatan Keranjang Takakura untuk mengolah sampah organic rumah tangga (Tim Kesehatan Tradisional Uplink)
  • Belajar Membuat Video Kampung   (Tim Multimedia Uplink)

Sabtu 6 Desember
10.00-13.00       

  • Tata Ruang Kota tanpa Penggusuran: Walikota Pekalongan, Walikota Solo, DPRD Jawa Timur, Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya
  • Mengenali Zat Aditif pada Makanan dan Minuman (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi –YPBB- Bandung)

10.00-16.00       

  • Belajar Membuat Video Kampung   (Tim Multimedia Uplink)
  • Kulit Kerang Hijau untuk Produk Kerajinan, Jurusan Desain Produk ITATS Surabaya

14.00-17.00       

  • Pembuatan Makanan dan Minuman Sehat (Tim Kesehatan Tradisonal UPLINK – YPBB, Bandung)
  • Metode Organising 'One on One', Kerjasama Uplink dan SCN
  • Pembuatan Keranjang Takakura untuk mengolah sampah organik rumah tangga (Paguyuban Warga Strenkali Surabaya dan YPBB- Bandung)


Minggu 7 Desember        
10.00-13.00       

  • Metode Pijat Akupresur (Tim Kesehatan Tradisional Uplink)
  • Pembuatan Keranjang Takakura untuk mengolah sampah organik rumah tangga (Paguyuban Warga Strenkali Surabaya dan YPBB- Bandung)

 10.00-16.00       

  • Pendidikan Anak Kreatif  (Frans Parera)
  • Belajar Membuat Video Kampung  (Tim Multimedia Uplink)
  • Kulit Kerang Hijau untuk Produk Kerajinan, Jurusan Desain Produk ITATS Surabaya

14.00-17.00       

  • Pertanian Lahan Sempit (elsppay)


Senin 8 Desember
10.00-16.00       

  • Metode Pijat Akupresur (Tim Kesehatan Tradisional Uplink)
  • Belajar Membuat Video Kampung (Tim Multimedia Uplink)
  • Pembuatan Keranjang Takakura untuk mengolah sampah organik rumah tangga (Tim Kesehatan Tradisional Uplink)

 14.00-17.00       

  • Workshop Pengelolaan Keuangan Rumah tangga (KAIL Bandung)

 

 Selasa 9 Desember
10.00-13.00       

  • Pembuatan Keranjang Takakura untuk mengolah sampah organik rumah tangga (Paguyuban Warga Strenkali Surabaya dan YPBB- Bandung)

 10.00-16.00       

  • Belajar Membuat Video Kampung  (Tim Multimedia Uplink)
  • Tata Kelola Kota yang Partisipatif, Pengalaman KPRM (Komite Perjuangan Rakyat Miskin): Thamrin Amal Tamagola, Asmara Nababan (dalam Konfirmasi)  dan Drs. Alwi Rachman Dipl. TEFL (Dosen Unhas)

 14.00-17.00       

  • Pembuatan Jamu Tradisional (Tim Kesehatan Tradisional Uplink)

 

 

UPLINK (urban poor linkage) Indonesia.

Sekretariat:

Kompleks Billy Moon -1/7 Jakarta 13450, Telp: 02186902407; 0218642915

Fax: 02186902408. e-mail: Alamat Email inidilindungi dari bot spam, Anda Harus Mengaktifkan Javascript Untuk Melihatnya ,  Website:http://uplink.or.id

 

Kontak Person:

Wardah Hafidz       : 08161161830,

Lita                        : 0811282297

Dian                      : 08129069342

Some                    : 0817394354

Yuli                        : 08156888389

 

Komentar Tambah:Cari:
Tulis Komentar
 
[b][i][u][url][quote][code][img]
Security Image  
 

Powered by JoomlaCommentCopyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.Homepage: http://cavo.co.nr/


berbagi lahan, berbagi kehidupan
berbagi lahan, berbagi kehidupan

KTP untuk SEMUA, DIMANA AJA

apakah anda setuju bahwa KTP harus gratis dan berlaku di seluruh Indonesia

 

kolong tol

foto-foto penggusuran di sungai bambu

AKAR-AKAR PENGGUSURAN Mengapa Penggusuran Terus Terjadi di Berbagai Kota di Asia:

Isu penggusuran selalu saja hangat dibicarakan: kian banyak jaringan bergerak di seputar isu ini kian banyak peraturan yang mengatur soal penggusuran, diskusi bertaraf international semakin sering digelar, dan kampanye-kampanye tingkat dunia kian sering terlontar untuk menentang penggusuran. Belum pernah ada kesadaran tentang isu penggusuran sebesar sekarang. Selengkapnya...