Perjuangan Organisasi Rakyat dalam Habitus Kampung dan Kota

Share:


Penutup
Reformasi telah memulihkan kebebasan berserikat dan mengartikulasikan kepentingan orang-orang miskin dalam batas-batas arena yang diperjuangkan organisasi rakyat. Terasa ironis, ketika disadari bahwa arena politik dewasa ini melampaui apa yang diapresiasi orang orang-orang miskin dan organisasi rakyat itu sendiri. Kekuatan simbolik yang bekerja di balik kebijakan penataan kota adalah arena yang tidak tersentuh.
Motif gerakan dan cara-cara orang-orang miskin merespon persoalan nyata sekaligus substansial dalam transisi reformasi politik, membuktikan bahwa organisasi rakyat berpotensi melahirkan perubahan radikal. Perseoalan dasar yang hampir tidak ada habisnya itu menjadi faktor pendorong pertumbuhan organisasi rakyat. Sebaliknya, rakyat yang teroganisasi akan mengartikulasikan kepentingan dan cita-cita perubahan yang diyakininya.

Praktik-praktik pengorganisasian dan advokasi dalam arena politik, sejauh yang bisa dilakukan oleh organisasi rakyat adalah strategi memperluas pengaruh dan juga menegaskan posisi dan identitas politik orang-orang miskin. Keberhasilannya adalah kontribusi organisasi rakyat dalam perubahan kebijakan politik kota. Adapun kegagalannya mencerminkan keterbatasan organisasi rakyat – berkaitan dengan kompetensi yang dibutuhkan sebuah arena politik.

Oleh: M. Nawir, 30 September 2010, http://rumahkampungkota.blogspot.com

[1] Makalah pada International Conference on Urban Kampong, UNAIR-ANRC, Surabaya, 19-22 Januari 2010
[2] Pembicara adalah Kordinator JRMK Sulawesi Selatan
[3] Harker, Richard dkk.ed., Desember 2009:13
[4] Ainullah, Indi. Skripsi, UGM Yogyakarta, 2006:43
[5] Informalitas merupakan entitas hidup masyarakat kaum urban. Konsep ini dijabarkan Wardah Hafidz (2002), yang mencakup seluruh dimensi kehidupan orang-orang miskin umumnya di kota-kota besar. Informalitas ditandai dengan tata kampung sendiri, pola relasi antarindividu, kegiatan ekonomi, dan pranata kelembagaan sosial mereka yang longgar, fleksibel dan cair. Kajian yang komprehensif tentang entitas hidup kaum urban dewasa ini banyak ditulis oleh Michel de Certeau, the Practice of Everiday Life (1984), dan salah satu hasil studi yang dilakukan oleh Kin Wai Michael Siu: Guerrilla Wars in Everyday Public Spaces: Reflections and Inspirations for Designers (The Hong Kong Polytechnic University, Hong Kong, 2007)
[6] Kompas, Sabtu, 17 April 2004
[7] Kompas, 10 Mei 2006
[8] Kompas, 10 Mei 2006
[9] Demokrasi di Atas Pasir , PCD UGM – Demos, September, 2009
[10] Ibid, 13
[11] Human Scale Development, The Apex Press New York, 1991:2-3
[12] Human Development Report, 1993
[13] INSIST, 14 September 2007
[14] Laporan Tahunan Uplink Indonesia Simpul Makassar, Desember2008
[15] Jurnal Suara Kota, Agutsus 2008

Halaman: 1 2 3 4 5 6

Jika Anda menyukai artikel di situs ini, silahkan input Email Anda pada Form yang disediakan, lalu Klik Untuk Berlangganan. Dengan begitu, Anda akan berlangganan setiap update artikel terbaru UPC gratis via FeedBurner ke Email Anda.

Artikel Lainnya